Mediaonlineindonesia.id – Dalam rangka menjaga kenyamanan dan keselamatan warga masyarakat di Kota Batu dalam hal ini khususnya para pengguna jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu laksanakan giat perempesan dahan dan ranting pohon di sepanjang jalan protokol kota.
Gelaran kegiatan ini mengandung maksud, untuk menjaga keselamatan serta kenyamanan para pengguna jalan dan merupakan upaya DPUPR dalam mewujudkannya. Dalam kesempatannya Ir. Alfi Nurhidayat, S.T., M.T., selaku Kepala Dinas PUPR Kota Batu menyampaikan bahwa, agar lalu lintas berjalan lancar dan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tidak terhalangi, maka dilaksanakanlah giat pembersihan dahan-dahan yang mengganggu lalu lintas.
Giat ini sekaligus juga sebagai upaya antisipasi dini menghadapi musim pancaroba yang biasanya selalu ada hujan deras serta angin kencang, hal itu mengakibatkan banyak dahan-dahan pohon yang patah dan berpotensi membahayakan para pengguna jalan.
“Kami berfokus pada jalan-jalan protokol seperti Jalan Diponegoro, Trunojoyo, dan Panglima Sudirman karena lalu lintasnya sangat padat. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 35 tenaga kerja yang berasal dari Bidang Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga (BM), serta Penataan Ruang,” tutur Alfi sapaan akrabnya pada awak media, Kamis (6/6/2024).
Dalam pelaksanaan giat ini selain didukung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Batu, juga dilibatkan banyak tenaga kerja. Kolaborasi tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemkot Batu dalam menjaga lingkungan hidup, disamping itu menitik beratkan pada aspek keselamatan dan kenyamanan.
Lebih lanjut, Alfi menambahkan bahwa dalam giat ini diharap kedepannya dapat tercipta suasana kota yang indah dan lebih tertata rapi, serta aman dan nyaman khususnya bagi warga masyarakat Kota Batu. Langkah ini juga sebagai cermin kesiapsiagaan pemerintah, dalam menghadapi potensi bencana selama musim pancaroba seperti saat ini.
“Kami berusaha meminimalisir patahnya dahan pohon dijalan-jalan protokol yang memungkinkan dapat terjadinya kerusakan infrastruktur atau kemungkinan terjadinya kecelakaan, langkah ini selain dapat mendukung lancarnya lalu lintas dan keselamatan para pengguna jalan, disamping itu juga dapat meningkatkan pelestarian lingkungan. Semoga bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam mengelola ruang publik secara responsif dan efektif,” tutup Alfi. (Dod)











